Saturday, June 24, 2017

Glowing Make Up Look Tutorial for Idul Fitri

Assalamualaikum beauties,

Gak kerasa ya bulan Ramadhan udah hampir berakhir, hiks hiks, semoga kita sudah menafaatkan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya dan bisa berjumpa dengan Ramadhan lagi tahun depan/

Kalo aku sendiri jujur aja ngerasa ga maksimal banget Ramadhan tahun ini, karena lagi di Belanda, penuh dengan ujian dan deadline thesis, mana siangnya lama banget lagi sampe 19 jam dan lagi summer jadi puanas.

Kali ini aku mau share make up tutorial yang cocok digunakan pada hari raya idul fitri. Make up tutorial ini sebetulnya udah aku buat dari tahun lalu tapi ternyata aku baru sadar kalau belum aku publish di blog haha, jadi selamat menikmati dan selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan, taqaballahu minna waminkum, mohon maaf lahir dan batin!


Tuesday, May 2, 2017

Boyfriend Does My Make Up Challenge

Halo beauties,

Di hari ulang tahun pacarku ini aku ingin mempersembahkan sebuah video yang akhirnya selesai juga diedit, setelah curi-curi waktu selama 8 bulan terakhir buat ngedit video yang sebenernya udah di shoot dari bulan Juni 2016 hahaha. 

Boyfriend does my make up challenge! Yeay! Gak cuma ngedandanin aku aja, pacarku juga turut berusaha keras mereview produk dan memberikan tutorial pada para penonton, walaupun dia bilang eyeshadow itu buat hidung. 

Penasaran? sumpah ini kocak banget, aku sampe bingung gimana ngeditnya supaya gak kepanjangan karena emang terlalu banyak dialog absurd sampe makan kue putu yang terlalu sayang untuk dipotong. Enjoy! 

Grab your popcorn and happy watching!





Don't forget to like and subscribe, wants me to subs you back? just leave a comment!

Tuesday, April 18, 2017

Tips Long Distance Relationship aka LDR ala Reiput

Hola beauties,

Kali ini aku mau ngepost tentang tips-tips menjalani LDR yang telah aku lakukan selama hampir 9 bulan terakhir, dan masih akan berlanjut setidaknya 3 bulan ke depan. Dan ini LDR nya yang bener-bener gapernah ketemu fisik, beda waktu 5-6 jam, plus dua belah pihak sibuk dengan urusannya masing-masing. Sebenernya bukan tips-tips juga sih, lebih ke sharing pengalama aja karena aku percaya tiap pasangan kan pastinya punya style masing-masing dalam menjalani hubungan.

Pertama-tama, kalo denger kata-kata Long Distance Relationship alias LDR yang bakal terngiang di telingaku adalah lagunya The Naked Brothers Band yang pernah ku dengar di TV beberapa tahun lalu, karena bagian reffnya "long distance relationship will kill you" itu super catchy hahaha, ini kalo yang penasaran




Do you think LDR is do-able?
menurutku pribadi yes ofcourse, selama ada kejelasan. Maksudnya gimana tuh? maksudku jadi ada kejelasan kapan LDR itu akan berakhir, contoh aku kan sekolah setahun jadi insya Allah udah ada kejelasan kalo LDR itu akan berakhir dalam setahun, yang gak ada kejelasan kayaknya sih yang lebih sulit menurutku.

source: pinterest.com

Okay langsung aja, kalo aku sama Baim sendiri sih pas awal-awal sebelum aku berangkat malah lebih khawatir, lebih parno, bisa gak ya LDR, tapi ternyata emang kadang-kadang pikiran kita aja yang suka melebih-lebihkan membayangkan yang sebenernya belum tentu atau tidak akan terjadi, jadi mulailah LDR dengan positive thinking.

Setelah dijalani ternyata LDR not that bad lah ya, kita usaha terus jaga komunikasi sih setiap hari, pas awal-awal malah video call setiap hari, semakin kebelakang sih gak tiap hari juga, tapi kalo chat mustilah tiap hari walaupun kadang cuma selamat pagi dan selamat malam doang karena in betweennya emang sama-sama sibuk. Kalo emang lagi gak sempet banget ya saling maklum dan pengertian aja.

Karena kita beda zona waktu, jadi kadang-kadang kita bener-bener nyolong waktu buat video call, bahkan kalo ga sengaja bangun tengah malem dan 22nya lagi online kita bisa video call saat itu juga. Atau kadang juga di tengah-tengah video call salah satu bakal ketiduran karena emang jamnya tidur, it happens all the time haha.



Intinya sih ya disempet-sempetin lah komunikasi, walaupun sibuk, walaupun sinyal suka kadang ada kadang ilang, gambar ngefreeze, suara gak kedengeran, itu semua suka duka yang harus dilaluilah, dan itu bikin jadi sadar banget betapa gak ada teknologi yang bisa gantiin pertemuan fisik.
source: pinterest.com
Trust! Mungkin ini klise sih tapi emang penting, gak cuma masalah percaya aja tapi bagaimana kita juga harus bisa dipercaya, aku sih percaya what goes around comes around. Aku disini temenan sama cowok-cowok, kadang juga pergi sama cowok-cowok, tapi pasti selalu cerita tentang hari ini ngapain aja sama siapa aja, dan semua temen-temen aku disini juga Baim tau. Begitupun dia, kalo mau pergi dan ada ceweknya juga aku gapernah ngelarang dan dia juga selalu cerita. Kita tipe yang santai sih soal temenan sama lawan jenis, yang penting tahu batasannya dan saling terbuka aja sih. Temenku disini yang sejurusan dan sering belajar bareng pernah nanya, apakah pacarku gak cemburu sama dia, dan kujawab aja buat apa pacarku cemburu kan aku sayangnya sama dia bukan sama si temenku itu hehehe.

Masalah kepercayaan ini juga buat menghindari drama sih, karena kita tipenya yang gasuka drama juga lebih suka komedi hehehe. Kembali ke awal, kadang apa yang kita pikirin itu terlalu berlebihan dan sebenernya bukan apa yang terjadi dan ga mungkin terjadi. Tapi, kalo sesuatu kamu pikirin terus bisa jadi malah lama-lama beneran kejadian karena tanpa sadar kita terlalu terbawa pikiran itu sendiri, balik lagi jadi mikirnya yang positif-positif aja yah. Buat apalah drama, udah hidup ribet, banyak tugas, banyak hal lain yang lebih penting, kalo ditambah drama sama pasangan yang sebenernya gak perlu kan malah nambah-nambahin beban hidup. In my opinion, pasanganmu seharusnya membantu meringankan beban karena berat sama dipikul ringan sama dijinjing, bukannya malah nambah-nambahin beban.

Untuk menghindari drama juga, usahakan kalo ada masalah langsung diselesaikan saat itu juga, jangan ditunda-tunda dan dipendam-pendam, well masalah gak akan selesai kalo ga diomongin, kalo dipendam malah nanti numpuk dan meledak. Setelah kelar juga gausahlah diungkit-ungkit lagi, yang berlalu biarlah berlalu, the most important thing is lesson learned.
source: pinterest.com

Pertanyaan selanjutnya, kalo telponan ngomongin apa aja sih? apakah pernah kehabisan bahan obrolan?
Apa aja, literally apa aja, jadi kalo cerita ke aku expectlah buat yang tau minimal ada 2 orang, aku dan Baim karena emang kita beneran bisa cerita apa aja. Menurutku juga, carilah pasangan yang seperti ini, yang mau dengerin kamu cerita apa aja serandom dan segak penting apapun itu, walaupun dia juga gatau orang-orang di dalemnya tapi masih mau dengerin dan nanggepin. Aku suka cerita kejadian apapun yang terjadi hari itu, drama-drama di Tilburg, cuaca, obrolan di grup, literally apapun, dan begitupun sebaliknya. Kalo lagi keabisan topik kadang kita suka cari games di Google, jawab-jawabin pertanyaan iseng, saling share video di youTube, artikel Facebook, apa ajalah. Kadang aku juga minta ditemenin belajar, padahal Baim gangerti hukum tapi dia mau aja gitu nemenin belajar, memastikan aku gak ketiduran di tengah-tengah belajar, dan dengerin aku ngajarin dia sambil ngereview materi. Kalo semuanya rasanya udah diomongin dan diceritain, kadang ya diem-dieman sambil video call juga bisa, salah satu dialog favoritnya Baim kayaknya "aku ngeliatin kamu aja deh", because it feels good to know somebody is actually there for you.

Kalo gakbisa nyaman buat cerita dan ngomongin apa aja, yakin masih mau sama dia? yakin betah ntar sampe tua berdua terus? *lha kok jadi kemana-mana*



There are times when we feel like distance is the most cruel things, ketika kita berharap pintu kemana saja Doraemon itu beneran ada, when you can actually deliver a hug and not merely the virtual one. But yeah, we have to deal with the condition. Masih alhamdulillah sih sekarang teknologi udah canggih, bisa video call, coba bayangkan pas masih jaman merpati pos, nyampe gak tuh dia terbang Jakarta-Tilburg. Walaupun ya sinyalnya juga suka antara ada dan tiada hahaha, seperti yang digambarkan gambar ini bangetlah

source: bored-panda.com

Biasanya sih cerita soal kehidupan pribadi dan relationship aku tulis di blog pribadiku reiiputt.blogspot.com, tapi berhubung topik ini banyak yang nanyain, dan pernah direquest oleh beberapa orang, dan kerap ditanyakan juga kalo ketemu sesama pejuang LDR jadi yah ditulis disini aja ya. Semoga sharing-sharing aku berguna, dan buat para LDR fighter di luar sana

source: pinterest.com
source: pinterest.com
Mari aminkan berjamaah.

Dan mari berdoa supaya saya cepat lulus dan gak harus LDRan lagiih hahaha

Friday, March 3, 2017

FAQ Kuliah di Belanda #tanyajurusan | Beasiswa StuNed



Hai Put lagi kuliah di Belanda ya, kuliah dimana terus ambil jurusan apa nih?
Halo, yup aku lagi kuliah di Belanda di Tilburg University jurusan Master of Law and Technology. Juurusan ini coursework dan ditempuh dalam waktu 1 tahun, jumlah ECTS yang harus dikumpulkan adalah 60 ECTS dengan 18 ECTS thesis, 12 ECTS matkul wajib dan sisanya 30 ECTS pilihan dari 45 ECTS pilihan yg tersedia. Tidak ada internship wajib tapi cukup banyak internship yg ditawarkan.

Wow, ada mata kuliah apa aj sih di jurusan itu? terus mana yang paling kamu suka?
Buat list mata kuliah yang ditawarin di jurusanku kamu bisa klik link https://www.tilburguniversity.edu/education/masters-programmes/law-and-technology/program/
Kebetulan aku ambil semua mata kuliah, dan hampir semuanya aku suka sih, terutama Cyber Crime, IP, Privacy and Data Protection dan Biotechnology.

Di jurusan itu kira-kira bisa nulis thesis dengan topik apa aja ya?
Kalo di jurusanku thesis dimulai sekitar 3 minggu dari awal pertama kuliah, yup pas kamu bahkan gatau apa yang kamu pelajari, karena emang thesis trajectory kita setahun dan dikerjakan berbarengan dengan kuliah, jadi ga ada waktu khusus buat nulis thesis. Topik thesis pokoknya berkaitan dengan mata kuliah- mata kuliah yang ada, misalnya tentang IP, Big Data, Data Protection, Internet of Things, Intelligent Machines, dan banyak lagi. Nanti akan ada kelas pertama mengenai thesis disitu kamu bakal dijelasin segala hal yg perlu kamu ketahui tentang thesis termasuk topik apa aja yang bisa dipilih. Setelah itu kamu bakal dikelompokkin ke dalam thesis focus group untuk yang thesisnya masih dalam satu payung besar yang sama, dan nanti kalian akan dibimbing oleh satu supervisor dan ada juga peer review.

Waktu S1 kamu ambil apa sih? masih linear kah?
Waktu S1 aku ambil ilmu hukum dengan peminatan hukum pidana. Sebenernya sih ga terlalu sama ya karena di sini aku ambil hukum teknologi, dimana di Indonesia belum terlalu populer, tapi di sini syarat untuk ambil master hukum adalah harus punya gelar Bachelor of Law (untuk lulusan universitas di luar Belanda). Kalo ada persyaratan yang belum terpenuhi bisa juga ikut pre-Master, tapi pre-master hukum di Tilburg University hanya tersedia dalam Bahasa Belanda saja, kalo jurusan lain ada pre-master yang bahasa Inggris juga.

Gimana caranya biar bisa diterima kuliah di sana?
Caranya ya daftar aja haha, semua persyaratan dan tata cara daftarnya bisa kamu temukan dengan mudah di website https://www.tilburguniversity.edu/education/masters-programmes/law-and-technology/admission-application/notdd.htm

Disana biaya kuliahnya berapa ya? Apakah ada beasiswa?
Sewaktu aku masuk sih biayanya 14000 euro per tahun untuk mahasiswa Non-EU, tapi nampaknya setiap semester ada kenaikan biaya. Tentu dong ada banyak beasiswa yang tersedia, aku sendiri alhamdulillah dapat beasiswa StuNed, pilihan beasiswa lain yang tersedia bisa kamu lihat di https://www.tilburguniversity.edu/education/masters-programmes/law-and-technology/tuitionfeescholarship/
Banyak banget beasiswa yang tersedia di luar sana, asal aktif dan mau cari informasi, untuk kisah perjalanan beasiswaku bisa dibaca di sini.

Selain di Tilburg, jurusan ini ada dimana lagi ya di Belanda?
Jurusan yang sama persis sih gak ada, karena menurutku Belanda itu unik, bahkan untuk bilang mana universitas terbaik aja sebenernya susah karena tiap univ punya program sendiri-sendiri, jadi menurutku sih sesuaikan pilihan univ sesuai dengan yang programnya paling cocok buat kamu. Program yang mirip-mirip bisa kamu temukan di Leiden (Law and Digital Technology) dan UvA (Information Law). Mata kuliah dan informasi lengkap tiap universitas bisa kamu akses di website masing-masing, jadi tinggal bandingin aja mana yang paling pas buat mengakomodir keinginan kamu. Kalo aku sendiri pilih Tilburg karena coursework (di UvA research based), kemudian teknologinya yg dipelajari luas ga hanya seputar digital aja (di Leiden hanya digital technology).

Abis lulus mau ngapain nih? Emang ilmunya bisa ya diterapin di Indonesia?
Sejujurnya aku belum ada rencana pasti setelah lulus, mengalir seperti air aja hehe. Kalo ada yang berpikiran kuliah hukum di luar negei itu gak make sense karena sistem hukumnya beda, menurutku kuliah di luar negeri bukan hanya sekedar belajar pelajarannya, tapi banyak banget yang bisa dipelajari, lagipula hukum di Indonesia juga selalu berubah kok, bukan berarti kita kuliahnya ngapalin pasal kan. Tapi di sini kita bisa lebih belajar bagaimana membuat argumen hukum yang baik, bagaimana cara berpikir seperti orang hukum, bagaimana berinteraksi dengan orang lain terutama yang memiliki latar yang berbeda dengan kita, dan masih banyak lagi. Kita juga bisa mengambil pelajaran mana yang baik untuk diterapkan di Indonesia seandainya belum ada. Kalo pesennya Bu Indy koordinator beasiswa StuNed, kita jangan hanya jadi pelajar tapi jadilah pembelajar.

Ada pesan-pesankah untuk yang mau lanjut kuliah di Belanda?
Kalo kamu punya kesempatan buat kuliah di Belanda, I am 100% sure that will be one of the greatest moment in your life, kesempatan langka yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selebihnya bisa kamu baca di postingan ini

Terimakasih banyak sudah mau sharing, semoga sukses menyelesaikan masternya dan bisa lulus tepat waktu dengan hasil yang baik, Indonesia menunggu kiprahmu!
Aamiin, makasih banyak, memang lagi butuh banyak doa nih haha. Tetap semangat! Good Luck!




Thursday, March 2, 2017

Yakin Mau Kuliah ke Belanda?

Hello beauties, sebagaimana kalian ketahui, kalo seandainya kalian sering berkunjung ke blog ini sih, sekarang aku lagi kuliah di Belanda dan itu juga penyebab mengapa blog ini sekarang sepi tulisan mengenai beauty, karena susah banget bagi waktunya :(

Kali ini aku mau update juga bukan seputar beauty tapi seputar perkuliahan di Belanda, berhubung sekarang lagi musim-musimnya orang daftar kuliah, daftar beasiswa, dan yang pasti yang nanya-nanya ke aku juga banyak, jadi aku kepikiran buat bikin blogpost lagi.

Menikmati cokelat panas di pinggir kanal Utrecht

Sebelumnya yang penasaran soal kisah aku mencari universitas dan beasiswa bisa klik dulu postingan-postingan berikut


Road to Reihan Putri, S.H., LL.M part 1 (kisah motivasi, pencarian jurusan, persiapan tes IELTS dan beasiswa Swedish Institute)

Road to Reihan Putri, SH., LL.M part 2 (kisah perjuanganku dan beasiswa LPDP)

Road to Reihan Putri, S.H., LL.M part 3 (AAS, Fullbright dan perjuanganku sampai akhirnya mendapatkan beasiswa StuNed)

Tips Mencari S2 dan Beasiswa Luar Negeri ala Reihan Putri (rangkuman perjalananku sekaligus tips and tricks yang aku terapkan saat mencari S2 dan beasiswa luar negeri)

Kali ini aku mau ceritain soal kehidupan berkuliah di Belanda

disclaimer: ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman seperjuangan di Tilburg University

Summer at Den Haag

Hemmm.... bingung harus mulai darimana hahaha, aku bikin poin-poin aja ya ditulis seingetnya bukan berdasarkan urutan tertentu.

- sebelum kuliah dimulai dosen pasti kasih silabus, silabus itu ibarat kitab suci jadi bacalah silabus baik-baik, bahan bacaan, tanggal-tanggal penting, bobot penilaiannya semuanya ada di silabus.

- ruang kuliah dan jam kuliah di sini ga tentu jadi bisa aja minggu ini kuliahnya senin jam 8.45 di gedung A, minggu depannya kuliah Senin jam 14.45 di gedung C, untuk itu sering-seringlah cek BlackBoard

- selain masalah jadwal kuliah, BlackBoard juga memuat segala hal seputar akademik, jadi ngecek BlackBoard setiap hari wajib hukumnya supaya ga ketinggalan berita terupdate

sunset di Scheveningen


- dosen di sini terbuka dan gak baperan, gw pernah liat sendiri gimana professor di debat bahkan disanggah sama ''anak kemarin sore'' dan mereka terima, dan ga ada cerita dapet nilai jelek cuma karena dosennya baper sama kita, seperti yang seringkali terjadi di Indo hehehe

- nilai disini transparan, habis ujian ada yang namanya inspeksi jadi kalian bisa liat jawaban kalian kaya gimana dan langsung bandingin sama kunci jawaban, mau protes berharap dosennya naikin nilai juga monggo walaupun jangan berharap banyak sih

Belanja barang branded murah di Roermond

- tapi temen gw pernah ga setuju sama nilai dia sampe ngadu ke exam board, terus semacam disidang gitu dan ternyata dosennya memang salah menilai karena pembaginya lebih besar dari total nilai yg bisa di dapet, jadi nilai sekelas naik deh hurray

- kalo sampe gagal pun masih ada kesempatan untuk remedial yang disebut resit, ga harus gagal sih resit juga bisa digunakan untuk naikin nilai

zombie walk di Rotterdam

nah sekarang mulai lah yang bagian gak enak dan ngeluh-ngeluhnya hahaha, karena bagian positifnya kayaknya udah banyak ya yg nulis, seperti bisa kuliah di salah satu univ terbaik di dunia, bisa punya temen dari macem-macem negara, tapi kayaknya jarang yang nulis jelek-jeleknya padahal hidup gak melulu ideal

- dosen Belanda perfeksionis bin pelit nilai banget, orang Padang kalah dah. Makanya nilai disini kecil-kecil banget

- bacalah semua referensi yang ada di silabus sebelum masuk kuliah, karena kalo ga baca dulu dijamin gangerti apa-apa, cuma bisa cengo doang ngeliat orang-orang pada aktif di kelas, dan sehari sangat mungkin kita harus baca sampe ratusan halaman *backsound: mohon bersabar ini ujian*

- persiapan untuk menghadapi ujian? rata-rata sebulan sebelumnya, bahkan sejak sebulan sebelum musim ujian perpus bakal rame banget, perpus disini buka dari jam 8 pagi sampe jam 12 malem, tapi sebelum jam 8 pagi orang-orang  bahkan udah ngantri ular naga panjangnya, dan sampe jam 12 bakalan masih ada orang yg bertapa di perpus sampe harus diusirin satpam. Bahkan aku pernah belajar sejak sebulan sebelumnya, tiap di kereta sambil baca bukunya, semua referensi aku baca, sambil masak dengerin recording kuliahnya, dan... gak lulus, kemudian resit, gak lulus lagi..... *nangis di pojokan* *untung bukan mata kuliah wajib*

ujung selatan Belanda, Maastricht
- aku punya diploma dari Wall Street Institute, aku pernah jadi translator peneliti dari US, nilai IELTSku 7,5 dalam sekali test, dan dosenku pernah bilang kalo Bahasa Inggrisku gak kaya Bahasa Inggris, cuma kaya kumpulan kata-kata berbahasa Inggris *sakitnya tuh disini mister*

Jalan sore di Wageningen

- anak-anak di sini ambis ambis banget, di kelas aktif dan kritis. Pernah suatu ketika dosennya ga masuk dan anak-anak tetep diskusi sesuai dengan materi hari itu di silabus, dan pulang ketika emang jamnya pulang, beda banget kan sama di Indo yang kalo dosen ga dateng ya sorak sorai bergembira aja bubar jalan

- beban kuliah disini berat banget, bahkan dosenku yang dari Australia dan udah ngajar di berbagai negara bilang bahwa mahasiswa di Belanda itu beda, masih lebih berkualitas daripada mahasiswa di Amerika

- temenku sesama StuNed awardee pernah ngebandingin beban kuliah dia dengan temannya di
Inggris, dengan jurusan yang sama, waktu tempuh yang sama, tugas di Belanda bisa 3x lipat lebih banyak dan ujiannya jauh lebih susah. Jangan banding-bandingin kalo gak mau sakit hati.

Tulip Day di Amsterdam


Salju di Tilburg

hidup di Belandanya sendiri gimana?

- kalo belum bisa mengendarai sepeda, belajarlah karena itu teman sejati kita

- Cuaca adalah musuh utama sih, disini tiap hari kudu cek weather forecast, bukan tiap hari malah, bahkan tiap jam bisa berubah, anginnya kadang suka ga manusiawi kencengnya

- ketiadaan matahari terutama di musim dingin bisa menyebabkan depresi, makanya banyak kasus bunuh diri di musim dingin. Unruk mecegahnya bisa minum vitamin D dan bergaul, curhat, refreshing dll

Beautiful Leiden

- kampus juga menyediakan psikolog kok, beban kuliah yang berat, homesick, LDR, dan segala macemnya bisa memicu stress juga, jadi kalo ngerasa butuh bantuan feel free to seek for professional help

- banyak makanan Indonesia dan mudah membeli bahan makanan Asia/Indonesia, insya allah urusan perut terjaga

- apa-apa sendiri, mandiri, ga ada ojek, nyalon mahal, ga ada warteg, gak ada mbak yang bersih-bersih, pokoknya say bye to manja

Bahagianya di Pasar raya Indonesia, Wassenaar

Di balik foto-foto yang Instagram-able, dibalik jalan-jalan keliling Eropa, dibalik segala senyum itu, sesungguhnya perjuangan kuliah di Belanda itu penuh dengan peluh dan air mata, gak jarang juga yang rasanya pengen menyerah. pengen pulang terus kawin aja atau buka ol shop

Saranku buat yang mau lanjut kuliah ke Belanda, pelajari banget jurusan yang mau kalian ambil, jangan ikut-ikutan temen apalagi terpaksa, karena niat banget kuliah aja udah susah apalagi terpaksa. Niat harus diluruskan banget, bukan sekedar pengen pamer foto-foto bagus, kalo kaya gitu mah liburan aja gausah kuliah di Belanda. Persiapin Bahasa Inggris, penting banget!!! Harus siap mental juga, orang disini straightforward jadi jauhkanlah kebaperan kalian. Harus berani, gak ada argumen yang salah, tapi harus terima juga kalo dikritik orang lain. Kuliah di Belanda itu berat pake banget, mungkin di tempat lain juga sih, tapi dengan keadaan cuaca, bahasa, dan segalanya yang kaya gini tuh bikin makin berat, jadi.... yakin mau kuliah ke Belanda?

Children during Sinterklaas Dag

Apalagi yah.... kalo masih ada yang kurang feel free buat tanya di kolom komentar, akan aku jawab dengan senang hati, dan bisa jadi masukan juga buat pembaca lainnya

Aku juga masih berjuang dan masih butuh doa kalian supaya bisa lulus tepat waktu dengan hasil yang baik, mohon doanya ya. Kalo kalian emang punya niat dan kemauan yang kuat dan mau belajar banyak hal yang ga melulu akademis, kuliah di Belanda itu worth it banget, selamat berjuang! Tot ziens!


update: liat artikel ini deh, ditulis sama mahasiswa dari Korea Selatan, kurang lebih samalah dengan yang kami rasakan di sini, dan aku bahkan pernah ngerasain kuliah di Korsel walaupun cuma sebulan, dan ngerasain kuliah dan kerja bareng mahasiswa lokal, ngeliat sendiri mahasiswanya jauh lebih ambisius dari anak-anak Indo, yg kaya gitu aja udah ngerasa berat kan... Perjuangan banget kuliah di Belanda emang, good luck untuk kita semua!

 

Template by BloggerCandy.com